Berdasarkan beberapa uraian singkat terdahulu, maka dapat diperoleh gambaran tentang perguruan tinggi vokasi, politeknik, dan positioning-nya di dunia pendidikan, industri, dan masyarakat. Selain itu telah disinggung pula tentang implementasi perguruan tinggi vokasi utamanya politeknik yang secara konsep sudah sesuai yang telah diinginkan oleh pemerintah dan industri , namun komitmen, konsistensi, dan kontrol terhadap nilai-nilai dan arah yang dituju bagi sebuah politeknik membuat banyak politeknik di Indonesia, bukan hanya yang swasta saja, negeri juga, yang melupakan khittah nya sebagai perguruan tinggi vokasi yang tugas utamanya menghasilkan tenaga kerja yang kompeten sesuai kebutuhan industri.
Untuk itu direkomendasikan untuk politeknik berdasarkan tugas utamanya dalam menghasilkan tenaga kerja yang kompeten diantaranya:
-Melakukan peningkatan kualitas pendidikannya dengan mengevaluasi implementasi kurikulumnya dan menginventarisir kembali elemen-elemen knowledge, skill, dan attitude, serta merekomposisikan lagi tentang basic skill, employability skill, dan vocational skill. Jika memungkinkan dapat dielaborasi tipe pendidikan vokasi yang dipilih dengan menggunakan tipe apprenticeship.
-Merujuk pada triple helix model yang disesuaikan dengan tujuan perguruan tinggi vokasi maka politeknik dituntut pula untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas interaksi dengan industri dan pemerintah. (topik ini akan dibahas pada tulisan selanjutnya).
-Perkembangan senjutnya diharapkan politeknik dapat merangkul seluruh stake holder agar dapat memberikan kontribusi yang optimal bagi politeknik.

Eko Tjiptojuwono, SE, MM, MMPar

Khittah Politeknik sebagai Penyelenggara Pendidikan Vokasi

Please follow and like us:
1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.