Seiring dengan pergantian tahun masehi 2018 ke 2019, banyak kita dengar dan lihat di media elektronik, cetak, maupun online tentang kata resolusi. Ada yang mengutarakan memiliki resolusi pribadi 2019, ada pula yang mengutarakan rolusi organisasinya di tahun 2019. Wajarkah seseorang atau organisasi memiliki resolusi di tahun yang baru?

Menurut https://kbbi.kemdikbud.go.id , resolusi memiliki arti putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berupa tuntutan tentang suatu hal.(KBBI 2005).
Kalau kita lihat asal kata resolusi berasal dari kata asing (Inggris) resolution yang dinegara asalnya memiliki makna dan penggunaan yang bervariasi.

Makna kata resolution

Dalam Cambridge Dictionary dicantumkan bahwa makna kata resolution dapat berarti sebagai sebuah:

  1. keputusan (decision),
    Contoh: The United Nations passed a resolution to increase aid to developing nations
  2. ketetapan (determination),
    Contoh: He showed great resolution in facing the robbers.
  3. pemecahan (solving),
    Contoh: a successful resolution to the crisis
  4. rincian (detail),
    Contoh: a high/low resolution image
  5. pemisahan (separation).
    Contoh: the resolution of oil into bitumen and tar

Nah, berarti makna kata resolusi itu tergantung pada dimana kata tersebut digunakan dalam sebuah kalimat.

Resolusi pribadi

Jika seseorang mengatakan dia memiliki resolusi tahun 2019 maka ini bermakna bahwa dia telah memutuskan dan menetapkan apa yang akan dilakukannya di tahun 2019.

Tentunya dalam memutuskan resolusi yang akan dilakukannya telah didasarkan pada kebutuhan dan keinginan untuk menjadi lebih baik berdasarkan pengalaman yang telah dialaminya di tahun 2018. Jika demikian maka resolusi orang tersebut sudah dapat dikatakan memiliki makna sebagai solving (pemecahan).

Resolusi organisasi

Bagaimana dengan resolusi sebuah organisasi? Karena dalam sebuah organisasi terdiri dari orang-orang maka organisasi yang memutuskan resolusi di tahun yang baru pastilah sudah merupakan keputusan atau kesepakatan bersama, bukan oleh sebagian kecil anggota organisasi apalagi hanya oleh pemimpinnya saja seorang.

Jika resolusi pribadi orang-orang dalam sebuah organisasi sejalan dengan resolusi organisasinya, maka hal tersebut dapat menimbulkan energi dan semangat yang luar biasa untuk mencapainya secara bersama-sama.

Resolusi perguruan tinggi

Bagaimana resolusi pada sebuah perguruan tinggi? Bukankah dalam organisasi perguruan tinggi juga terdapat orang-orang di dalamnya? Siapakah orang-orang itu? Apakah mungkin menyeleraskan resolusi organisasi perguruan tinggi dengan resolusi pribadi (jika ada) orang-orangnya?

Untuk mencapai visi dan misinya, suatu perguruan tinggi pasti memiliki rencana jangka panjang yang biasa disebut Rencana Induk Pengembangan (RIP) perguruan tinggi. RIP tersebut dijabarkan dalam bentuk RENcana STRAtegis (RENSTRA) biasanya dalam jangka menengah kurun waktu setiap 5 (lima) tahun.

Renstra tersebut diuraikan lagi dengan menetapkan tonggak-tonggak capaian setiap tahun yang dimuat dalam bentuk rencana jangka pendek yang disebut RENcana OPerasional (RENOP).

Berdasarkan hal ini maka resolusi sebuah perguruan tinggi akan sangat bermanfaat jika ditujukan untuk mencapai tonggak capaian yang telah ditetapkan di tahun tersebut sesuai dengan yang tercantum di dalam rencana operasional perguruan tingginya.

Orang-orang yang terdapat dalam organisasi perguruan tinggi dikenal dengan istilah populer sivitas akademika yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan staf (penunjang) perguruan tinggi.

Dalam proses memutuskan resolusi perguruan tinggi tentunya keterlibatan sivitas akademika harus dicatat, didokumentasikan, dan dipublikasikan. Sehingga pada saat resolusi diputuskan, semua unsur dalam organisasi perguruan tinggi akan bergerak ke arah yang sama.

Setiap orang dalam organisasi perguruan tinggi sebaiknya menyesuaikan resolusi pribadinya dengan resolusi organisasi, karena jika tidak maka dapat dibayangkan betapa sia-sianya resolusi organisasi tersebut karena masing-masing orang dalam organisasi tidak secara optimal melaksanakan resolusi organisasinya dibandingkan dengan untuk mencapai resolusi pribadinya.

Please follow and like us:
1
Categories: ArtikelBerita

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.