Menyimak judul tersebut muncul pernyataan apa hubungannya kolektibilitas dan mahasiswa perguruan tinggi. Judul ini sengaja mengutip kata yang biasa digunakan di industri perbankan yaitu kolektibilitas kredit.

Kolektibilitas kredit merupakan pengelompokan kredit yang dilakukan oleh bank berdasarkan kualitas pembayaran kredit oleh nasabah kepada bank.

Bagi sebagian besar PT, utamanya PTS, pendapatan yang bersumber dari pembayaran uang kuliah mahasiswa merupakan sumber pendapatan utama bagi PT.

Mengadopsi kolektibilitas kredit di bank maka kolektibilitas pembayaran uang kuliah mahasiswa dapat pula dikelompokkan ke dalam:

Kategori Lancar (L=1), Dalam Perhatian Khusus (DPK=2), Kurang Lancar (KL=3), Diragukan (D=4), dan Macet (M=5).

Pengelompokan ini dapat dijadikan sebagai Early Warning System (EWS) bagi Badan Penyelenggara dan Pengelola Perguruan Tinggi. Tentu saja agar dapat diterapkan di PT maka kategori kolektibilitas dapat disesuaikan dengan sistem akademik dan keuangan yang ada di PT.

Kolektibilitas

Istilah yang umum digunakan di PT misalnya mahasiswa Aktif (A=1), Kurang Aktif (KA=2), Tidak Aktif (TA=3), Pindah (P=4), dan Keluar/Dropout (K=5). Penjelasan dari masing-masing kategori kolektibilitas tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

Kolektibilitas 1 Mahasiswa Aktif (A)

Mahasiswa yang masuk kedalam kategori ini yaitu mahasiswa yang aktif mengikuti kegiatan perkuliahan pada semester berjalan. Pembayaran uang kuliah dilakukan tepat waktu.

Kolektibilitas 2 Mahasiswa Kurang Aktif (KA)

Mahasiswa meskipun disiplin dalam melakukan pembayaran namun kurang disiplin dalam mengikuti kegiatan perkuliahan.

Kolektibilitas 3 Mahasiswa Tidak Aktif (TA)

Mahasiswa yang tidak mengikuti kegiatan perkuliahan dan pula tidak melakukan pembayaran uang kuliah namun masih tercatat sebagai mahasiswa dalam sistem.

Kolektibilitas 4 Mahassiswa Pindah (P)

Mahasiswa yang masih terdaftar dalam sistem namun mengundurkan diri untuk pindah kuliah ke perguruan tinggi lain.

Kolektibilitas 5 Mahassiswa Keluar/Dropout (K)

Mahasiswa yang sebelumnya sudah tidak aktif selama 2(dua) semester atau lebih dan tidak ingin melanjutkan pendidikannya.

Informasi tentang kolektibitas mahasiswa ini sangat penting dalam memprediksi cash flow PT untuk membiayai operasional dan pengembangan ke depan. Kesalahan dalam memprediksi cash flow ini akan berakibat terjadinya likuidity gap. Pada akhirnya liquidity gap ini akan mempengaruhi operasional dan menghambat pengembangan PT.

Kolektibilitas mahasiswa ini juga dapat dibandingkan dengan data histori tahun-tahun sebelumnya. Dapat diketahui pula kecenderungan yang akan terjadi di masa yang akan datang. Juga dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam membuat keputusan strategis PT baik dalam bidang akademik maupun keuangan.

Please follow and like us:
0
Categories: Rapat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.